Belajar Twitter Marketing Dari Peraih Oscar

  • Oleh









Ilustrasi: newsmakertoday.com

Memang apa yang film bisu dan hitam putih peraih Oscar bisa ajarkan kita mengenai Twitter marketing?

Bisu, alias tidak berbicara adalah kata kuncinya. Kita hidup ditengah 33 miliar tweet sehari. 33 miliar. Begitu banyak noise atau keributan yang terjadi disana. Pasar Anda semakin ahli mengabaikan nosie tersebut, namun bukan berarti nosie tersebut tidak ada.

Begitu banyak cerita yang brand Anda ingin sampaikan, begitu juga brand kompetitor, dan tentu saja semua orang, siapa yang mendengar?

Kenapa tidak sejenak membisu dan mendengar? Maksud saya benar-benar mendengar dan tentu saja perduli.

Tahun 2010 lalu Gatorade untuk pertama kalinya membangun yang mereka sebut: Gatorade Mission Control. Sebuah ruangan dengan 6 monitor utama dan 5 monitor tambahan. kesebelas monitor ini berfungsi hanya Untuk satu tujuan: Mendengar!





Tujuan mereka jelas: menjadi brand paling partisipatif didunia. Sebagai langkah awalnya? Mereka mendengarkan apapun yang bisa mereka dengar di social media. Seluruh fasilitas ini menjamin tidak ada satu klik-pun yang akan lolos dari pendengaran mereka.


Twitter dapat Anda gunakan sebagai alat bantu pendengaran real-time terbaik di internet. Banyak sekali brand saat menggunakan Twitter sebagai saluran pemasaran hanya menghabiskan waktu menyusun strategi mengenai apa yang akan mereka katakan, bagaimana mereka mengatakannya, kepada siapa, dan siapa yang dapat membantu mengatakannya. Sedikit yang benar-benar mendengar.









Gatorade Mission Control (Ilustrasi: Mashable)

Tidak perlu fasilitas super canggih seperti Gatorade. Anda dapat mulai dengan menggunakan Twitter Search atau Monitter yang gratis. Lebih baik lagi, kombinasikan koordinat dari Google Maps dengan Monitter untuk mendengar secara detail percakapan di daerah yang Anda mau.

Dengan 33 miliar tweet, percakapan itu sudah terjadi dengan atau tanpa Anda didalamnya. Ingin mendapatkan Oscar dihati pelanggan Anda? Mungkin kini saatnya Anda sejenak berhenti berbicara dan mulai benar-benar mendengar.




Artikel ini bersumber dari blog pribadi saya.








    Topic: